Januari 15, 2026
?>
Mengenal Babad Tanah Andeman, Catatan Sejarah Wisata Boon Pring

Wisata Boon Pring (C) PENGINAPAN.NET

Lembar kertas berjudul Babad Tanah Andeman menjadi dasar warga Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dalam mengetahui bagaimana sejarah wisata Boon Pring. Lembaran sejarah itu berisi foklor yang menceritakan asal usul dan siapa yang melakukan babat alas.

Dalam Babad Tanah Andeman tertulis sebuah cerita rakyat yang mengisahkan perjalanan seorang adipati di masa pemerintahan Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-18. Adipati itu bernama Kanjeng Tumenggung Haryo Sumodjoyo atau yang disebut Adipati Sumodjoyo.

Konon, Sumodjoyo mengembara ke arah timur wilayah kekuasaan Mataram Islam dengan tujuan mengasah ilmu tentang kehidupan. Dia juga bermaksud mengajarkan masyarakat mengenai kearifan bermasyarakat.

Setibanya di sebuah hutan belukar tak bertuan, Sumodjoyo dicegat seekor harimau putih ketika hendak melanjutkan perjalanan. Karena harimau putih itu hendak memangsanya, maka terjadilah perkelahian di antara keduanya. Harimau putih yang akhirnya kalah mengakui kesaktian sang adipati, dan bersedia menjadi abdinya. Dari situ, sang adipati kemudian dipanggil Mbah Singorejo.

Ternyata, kemenangan Sumodjoyo sampai juga kepada seekor ular raksasa dan bulus putih yang tinggal di sebelah utara hutan tersebut. Mereka pun memutuskan berjalan ke selatan untuk menemui Sumodjoyo. Sama halnya dengan harimau putih, kedua ekor hewan gaib itu juga ingin mengabdi kepada Sumodjoyo. Satu syarat yang diajukan adalah sang adipati diminta untuk membuatkan sumber mata air di hutan tersebut.

Syarat itu dipenuhi, dan dengan kesaktiannya, Sumodjoyo membuat sumber mata air yang kini masih melimpah dan tak pernah kering di Desa Sanankerto. Sebagai bentuk pengabdiannya, sang bulus putih

Sebagai bentuk pengabdiannya, bulus putih bersedia dipendam di bawah sumber mata air buatan Sumodjoyo, sehingga dinamakan Andeman. Sementara, si ular raksasa ditempatkan melintang dengan posisi kepala berada di sumber air Sumber Bantal, dan ekornya ada di sumber air Andeman. Lokasi ini kemudian menjadi wisata Boon Pring hingga saat ini.

 

?>