Susu Kambing PE jadi produk unggulan Desa Argoyuwono Ampelgading (C) MEMO-X
Nama Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang yang memproduksi susu kambing PE (Peranakan Etawa) memang tak sepopuler Kota Batu. Namun, daerah tersebut dapat menjadi salah satu lokasi wisata alternatif, terutama bagi mereka yang hobi melakukan studi banding terkait masalah peternakan.
Nama desa yang berada di lereng Gunung Semeru ini ternyata sudah kondang hingga ke luar negeri, khususnya kawasan ASEAN. Banyak ahli dan pakar peternakan yang jauh-jauh datang ke desa dengan jumlah penduduk sekitar 3.513 jiwa ini untuk melakukan studi banding. Mulai dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan lain-lain.
Seperti yang dikutip dari Memo-X, Kepala Desa Argoyuwono, Purnomo menjelaskan, jumlah kambing di desanya hampir mencapai 13 ribu ekor. Maka, status sebagai sentra pembibitan kambing PE tertinggi se-Jawa Timur pun disandang desa tersebut.
“Jumlah tersebut secara keseluruhan, termasuk kambing lokal. Khusus jenis PE jumlahnya masih ratusan ekor. Sejak tahun 2005, dikelola kelompok tani ‘Suka Tani’ yang setiap harinya menghasilkan 1-2 liter susu segar dengan harga jual 10 ribu hingga 12 ribu rupiah perliter,” ungkap Purnomo dalam laman yang sama.
Menurut Kades yang juga ikut menekuni bisnis jual beli kambing ini, kelompok tani desa setempat pernah mewakili Provinsi Jawa Timur pada lomba Kelompok Tani Ternak tingkat Nasional bersama dua kabupaten lain. Hasilnya, mereka berhasil meraih Juara I di bidang ternak Kambing Peranakan Etawa. Harapannya, dengan adanya kelompok ternak jenis kambing ini, perekonomian warga desa setempat akan terangkat.
