Festival Kampung Cempluk
Malang Raya memiliki sejumlah kampung kreatif yang mampu memberdayakan warganya. Salah satunya yaitu Kampung Cempluk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Mereka memiliki kegiatan rutin bernama Festival Kampung Cempluk yang gaungnya sudah menasional.
Kegiatan ini sudah enam kali sukses diselenggarakan di Kampung Cempluk. Festival ini bahkan telah menjadi salah satu ikon event budaya dan pariwisata di wilayah Kabupaten Malang. Ada yang menyebutnya kampung seni kontemporer, ada pula yang menyebutnya kampung “Hollywood” ala Malang.
Festival Kampung Cempluk adalah kegiatan terbesar yang diadakan masyarakat desa setempat. Festival ini merupakan wujud ekspresi dari berbagai komunitas seni yang ada di Kampung Cempluk. Mulai dari komunitas Ande-Ande Lumut yang banyak menampilkan seni kontemporer kombinasi ketoprak, ludruk, mocopatan, dan parikan; komunitas tari Singo Budoyo, hingga komunitas jaran kepang dan angklung.
Banyaknya kegiatan seni ini membuat masyarakat membutuhkan adanya sebuah event yang dapat mewadahi kreativitas seni mereka. Maka, dibentuklah Komunitas Kampung Cempluk yang kemudian menyusun agenda pertama Festival Kampung Cempluk pada 2010 silam. Komunitas Kampung Cempluk itu dipandegani oleh beberapa orang, di antaranya Priyo Sunanto Sidhy, Redy Eko Prastyo, Sulaiman, Sukadi, serta dibantu oleh Denny Mizhar dari Komunitas Pelangi Sastra Malang.
Gagasan membuat Festival Kampung Cempluk ini juga tak lepas dari niat warga desa setempat untuk menarik perhatian pemeritah agar lebih memperhatikan warga Desa Kalisongo. Perlu diketahui, meski letaknya dekat dengan kawasan Kota Malang, desa ini masih tergolong wilayah yang masih mengalami masalah penerangan pada tahun ’90-an, lantaran listrik belum masuk ke sana. Kegiatan ini awalnya juga dilakukan hanya untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI setiap bulan Agustus.
Kegiatan Festival Kampung Cempluk ini akhirnya tak hanya menjadi ajang “pamer” bagi seniman kontemporer lokal saja. Bahkan tak jarang seniman nasional hingga internasional singgah ke kampung ini untuk beradu kreativitas. Mereka pun rela main di panggung sederhana, beratap langit dan disaksikan oleh warga kampung setempat.
Festival ini kemudian turut mengangkat perekonomian warga desa. Karena dihelat secara tahunan, kegiatan ini pun menjadi sumber pendapatan tetap bagi warga Desa Kalisongo. Keuntungan ini dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali.
Kreativitas warga Kampung Cempluk tak hanya diwujudkan dalam bentuk Festival Kampung Cempuk. Selain itu, mereka juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh warga desa. Mulai dari festival-festival seperti Sumberjo Tempo Dulu, hingga acara bersih-bersih desa dan bersih-bersih dusun. Tentu saja, hal ini menjadi daya tarik pariwisata yang berpotensi mendatangkan wisatawan domestik bahkan dari asing.
