Mampir ke Museum Brawijaya, yang berlokasi di Jalan Ijen Nomor 25 Kota Malang, membuat kita akan memahami bagaimana perjuangan Indonesia di masa penjajahan. Pasalnya, Museum Brawijaya merupakan museum yang cukup lengkap mengulik hampir seluruh kisah perjuangannya. Di ruangan pertama Anda akan mengetahui sejarah perjuangan Indonesia di era pasca-kemerdekaan 1945 hingga 1949. Ruangan selanjutnya, ada di era tahun 1950 hingga 1976, yakni lebih menampilkan bagaimana Indonesia memperjuangkan kedaulatan Indonesia.
Tak hanya itu, di halaman belakang Anda akan menemukan sebuah gerbong kokoh yang berwarna hitam, abu-abu dan putih. Ternyata tak hanya sekadar gerbong, namun gerbong ini memilki cerita yang memilukan di masa perjuangan melawan penjajah. Bahkan ada sebutan sendiri bagi gerbong ini, yakni ‘Gerbong Maut’.
Mengapa disebut ‘Gerbong Maut’? Rupanya gerbong ini digunakan militer Belanda untuk membawa tawanan, orang-orang Indonesia, dari penjara Bondowo ke Penjara Bubutan pada tahun 1947. Namun apa yang membuatnya disebut ‘maut’ karena keadaan gerbong yang begitu mengerikan.
Gerbong ini terbuat dari baja yang rapat tanpa ventilasi apapun! Tak akan ada udara yang masuk dan keluar jika pintu telah ditutup dan dikunci. Dari tiga gerbong maut, yang berada di Museum Brawijaya ini merupakan gerbong yang paling banyak memakan nyawa, karena di gerbong lainnya masih terdapat lubang kecil. Para tawanan bergantian menghirup udara melalui lubang kecil tersebut.

Dengan suasana yang begitu pengap tanpa udara, gerbong maut ini di dalamnya terdapat 100 orang! Saking panas dan pengapnya, kulit-kulit orang di dalamnya saling menempel dan terkelupas. Tawanan telah berteriak meminta air, makan, udara, tapi tak diberikan oleh orang Belanda. Hanya ada 12 orang saja yang sehat, yang lainnya 31 sakit, 11 orang sakit payah dan 46 orang mati. Begitu mencekamnya suasana dalam gerbong ini.
Tawanan yang paling banyak ditempatkan di gerbong berseri GR 10152, yang ada di Museum Brawijaya ini lah yang menjadi gerbong dengan jumlah tawanan paling banyak. Naasnya, meski gerbong ini merupakan gerbong yang paling baru dibanding gerbong maut lainnya tawanan tetap disiksa dengan begitu kejam.
Semoga kisah dari gerbong maut ini menjadi pengingat bahwa begitu memilukannya kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia, sehingga kita, sebagai rakyat Indonesia, dapat meneruskan dan melunasi segala janji kemerdekaan.
sumber foto: anisae.com
