Di Malang sudah ada Angkot Baca yang digagas Komunitas Mager (C) ANTARA
Komunitas Mahasiswa Penggerak (Mager) punya sebuah inovasi yang menggabungkan antara transportasi umum dengan literasi. Ya, mereka menamainya Angkot Baca yang sejak Februari 2017 menjadi perbincangan masyarakat Malang Raya.
Mereka menyulap angkot menjadi sebuah perpustakaan berjalan. Ide ini tercetus atas dasar keinginan menumbuhkan minat baca masyarakat, terutama para pengguna angkot. Awalnya Komunitas Mager merasa prihatin melihat fakta yang dikeluarkan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2012 yang menyebutkan indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya di kisaran angka 0,001 persen saja. Miris, karena itu artinya hanya ada satu dari 1.000 penduduk Indonesia yang memiliki minat baca.
Angkot Baca ini merupakan salah satu bentuk kepedulian literasi kerakyatan, karena memang membaca adalah hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Sementara ini, sudah ada lima unit Angkot Baca yang beroperasi. Kelima angkot itu terdiri dari satu angkot ADL (Arjosari, Dinoyo, Landungsari), LDG (Landungsari, Dinoyo, Gadang) dan tiga angkot GL (Gadang, Landungsari). Ditargetkan, hingga Mei ini, mereka sudah bisa mengoperasikan 10 angkot sejenis.
Setiap angkot memiliki 15 buku bacaan yang bisa dinikmati oleh segala usia, terutama bagi para pelajar yang saat ini menjadi pelanggan tetap angkot di Malang. Belasan buku bacaan itu diletakkan pada rak berbahan arkilik, sehingga penumpang bisa dengan mudah mengambilnya dan membaca buku-buku tersebut selama dalam perjalanan naik angkot.
Komunitas Mager menegaskan akan terus meluncurkan lebih banyak lagi Angkot Baca di Kota Malang. Tentu saja mereka bakal melengkapinya dengan buku pendukung sebagai sumber bacaan yang berkualitas bagi masyarakat. Harapannya tentu adanya peningkatan minat baca masyarakat Kota Malang di tahun-tahun mendatang.
Mengusung jargon realizing agent of change yang biasa didengung-dengungkan kalangan mahasiswa, komunitas ini akan terus melakukan perubahan-perubahan nyata untuk mengatasi permasalahan masyarakat, salah satunya di bidang pendidikan.
Upaya ini disambut baik, tak hanya oleh sopir yang angkotnya kebetulan digandeng program tersebut, melainkan juga oleh penumpang. Buku-buku tersebut pastinya bakal mengusir rasa bosan atau kantuk selama berada di atas kursi angkot. Angkot Baca ini juga diharapkan dapat mengubah citra angkot Malang yang kini lebih cenderung ke arah negatif. Sanggupkah?
