Menelusuri Gang Papat, Jalur Alternatif di Kecamatan Sukun (C) GOOGLE MAP
Anda pernah melewati Gang IV Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang? Ya, gang yang di atas gapura-nya bertuliskan Gang Papat ini menjadi jalur alternatif favorit di Kecamatan Sukun, tepatnya dari Kelurahan Gadang menuju ke Kelurahan Bandungrejosari dan Janti, atau pun sebaliknya.
Gang Papat ini berada di deretan barat Jalan Kolonel Sugiono, alias Jalan Raya Gadang-Mergosono. Mencarinya pun tidaklah sulit. Jika Anda dari arah utara (flyover Kotalama), gang ini berada di sisi kanan, setelah POM bensin Mergosono. Sedangkan jika Anda dari arah selatan, gang ini terletak di sebelah kiri Anda, setelah Gang VI.
Begitu masuk Gang Papat ini, Masjid Jami’ Ali Mustofa nan megah menyambut Anda di sisi kiri. Terdapat tiga buah pertigaan dan satu perempatan di gang ini, sebelum akhirnya berujung di sebuah perlintasan kereta api. Anda harus berhati-hati ketika melintasinya, karena perlintasan kereta api ini termasuk yang tak berpalang pintu dan tanpa penjaga. Sebelah kanan kiri perlintasan kereta api tersebut terdapat gang bernama Dahlia.
Jika menyeberangi perlintasan kereta api itu, Anda akan masuk ke Jalan Janti Selatan. Ada jalan menurun dan berbelok cukup tajam ke kanan, yang jika menengok ke sisi kiri terdapat SMK PGRI 6 Malang-nya. Ketika bertemu sebuah pertigaan di ujung jalan menurun, Anda yang ingin ke Kelurahan Janti tinggal lurus saja, sedangkan ke kiri adalah jalan menuju Kelurahan Bandungrejosari, kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), SMA PGRI 6 Malang, atau SMP Negeri 12 Malang.
Mengingat keberadaan beberapa sekolah dan Unikama, tak heran jika Gang Papat menjadi salah satu jalan alternatif favorit. Gang ini akan lebih ramai dari biasanya di waktu pagi, jam pulang sekolah dan kerja, di mana volume kendaraan roda dua bakal meningkat. Sekadar untuk diketahui, kendaraan roda empat disarankan untuk tidak melintasi gang ini. Terlebih mau memaksa menembus perlintasan kereta api, karena memang terdapat tiang setinggi satu meteran sebagai penghalang kendaraan roda empat sekaligus sebagai pemisah dua jalur untuk roda dua.
