Januari 15, 2026
?>
Mau Coban Pancawarna atau Telagawarna, Sama Indahnya (C) POUP.ORG

Mau Coban Pancawarna atau Telagawarna, Sama Indahnya (C) POUP.ORG

Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang punya destinasi wisata alam bernama Coban Pancawarna. Ada pula yang menyebutnya Coban Telagawarna. Anda tak perlu bingung mana yang benar, karena sama-sama indahnya.

Mungkin belum banyak yang mengetahui keberadaan salah satu air terjun ini, karena letaknya yang cukup tersembunyi di Malang selatan. Di antara banyak air terjun yang ada di wilayah Kabupaten Malang pun, nama Coban Pancawarna masih cukup asing di telinga. Tak heran jika air terjun ini masih sedikit sekali pengunjungnya.

Coban Pancawarna ini lokasinya berada di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Lokasi air terjunnya memang perlu sedikit perjuangan untuk mencapainya. Dari pusat Kota Malang, kira-kira Anda butuh waktu sekitar tiga jam.

Sebelum mencapai air terjunnya, Anda lebih dulu harus menaklukkan jalanan terjal, dengan menuruni lembah yang terdapat banyak tanah dan batu di sepanjang jalannya. Untungnya, sudah ada beberapa tangga bambu di sekitar lokasi air terjun, yang akan memudahkan Anda melewati akses menuju air terjun. Anda yang suka tantangan tentu tak akan sungkan melewatinya dengan menuruni tangga bambu ini.

Tentu saja, perjalanan yang melelahkan itu akan terbayar lunas dengan pemandangan Coban Pancawarna yang penuh pesona keindahan. Coban ini memiliki ketinggian sekitar 90 meter, di mana tepat di bawahnya terdapat sebuah telaga jernih. Anda bisa berenang, atau sekadar bermain air di tempat ini. Sayangnya, air terjun dapat berubah menjadi lebih keruh di saat hujan karena adanya tanah di bagian atas air terjun yang terseret hingga ke telaga.

Selain itu, untuk menuju ke lokasi air terjun ini bisa juga melewati rute Coban Ciblungan, karena memang memiliki jalan yang masih searah. Namun, sebelum sampai di Coban Ciblungan, Anda perhatikan petunjuk arah ke Coban Pancawarna di sebuah persimpangan. Jika bingung dan takut kesasar, Anda dapat bertanya kepada warga desa setempat. Sebelum tracking, silakan titipkan kendaraan Anda di rumah-rumah warga dengan tarif parkir 2.000 rupiah untuk roda dua, dan 5.000 rupiah untuk roda empat.

?>