Ngaji 1 Juz Diganjar Dua Liter Pertamax (C) RADAR
Pada bulan Ramadan ini, ada pemandangan unik di SPBU 54.651.25 Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang sejak Kamis (9/6/2016) lalu. SPBU tersebut mengajak umat Islam untuk ngaji dengan ganjaran dua liter Pertamax tiap juz-nya.
Tulisan “Tempat Ngaji 1 Juz = 2 liter” terpampang nyata pada sebuah banner berukuran besar di muka SPBU tersebut. Maksudnya, pihak SPBU 54.651.25 siap memberikan dua liter pertamax untuk siapa saja yang mau mengaji minimal satu juz di mushola setempat. Banner ajakan itu dipasang dengan ukuran jumbo untuk menarik warga sekitar maupun pembeli untuk mengaji di SPBU tersebut.
Manajaer SPBU 54.651.25, Keris Arissyah Halley menjelaskan, baca Al Quran dapat gratis pertamax itu dimulai pada pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Program tersebut berlaku setiap hari sepanjang bulan Ramadan ini.
Program tersebut menurutnya terinspirasi program serupa yang digeber sebuah SPBU di Ngawi, Jawa Timur. Keris mengetahui program SPBU Ngawi tersebut, melalui situs media online yang kemudian diaplikasikan di SPBU yang dikelolanya.
Menurut Keris, antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak program ini diluncurkan. Setiap harinya, selalu ada saja orang yang mengaji di musola SPBU. Setiap orang rata-rata mengaji lebih dari satu juz. Mereka yang mengaji akan didampingi oleh Ustadz Adi yang bertugas sebagai pengawas. Biasanya, menjelang berbuka puasa semakin banyak kaum muslimin yang mengaji di mushola SPBU ini.
Program ini merupakan salah satu bentuk sodaqoh SPBU tersebut di bulan suci Ramadan tahun ini. Sejauh ini, menurut Keris, pihaknya sudah mengeluarkan pertamax gratis lebih dari 22 litter kepada mereka yang telah mengaji di SPBU yang berdiri tahun 1989 itu.
Masih menurut Keris, program gratisan itu dilakukan murni untuk menebar kebaikan di bulan yang penuh berkah. Melalui program tersebut, pihaknya mengajak kepada seluruh umat Islam untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, tak hanya berpuasa atau membaca Al Quran, tapi juga ibadah lainnya.
“SPBU ini adalah milik kami sendiri, sehingga kami berkewajiban terhadap kepedulian sosial. Saya berharap hal ini nantinya akan menginspirasi SPBU lainnya yang ada di Malang Raya,” pungkasnya.

dk kuto lain jg diterapkan pak .
Ya sam, klo tidak salah di Ngawi ya?