Januari 15, 2026
?>
Taman Kunang-kunang lebih seru dikunjungi malam hari (C) MEDIAMALANG.COM

Taman Kunang-kunang lebih seru dikunjungi malam hari (C) MEDIAMALANG.COM

Jika ingin bersenang-senang dengan bermandikan cahaya lampu kelap-kelip, Anda tak perlu membayar mahal tiket masuk ke diskotik. Ada Taman Kunang-kunang yang memiliki kelap-kelip yang gemerlapnya tak kalah dengan tempat disko.

Cahaya kelap-kelip yang dihasilkan oleh perpaduan beberapa lampu taman ini mengundang banyak orang untuk berkunjung. Ya, taman kota satu ini memang lebih seru jika dinikmati di waktu malam hari, agar Anda mendapatkan siraman cahaya yang sempurna indahnya. Total ada 96 lampu LED beraneka bentuk yang ditata sedemikian rupa untuk menghasilkan kerlip cahaya yang bergantian.

Untuk menambah daya tarik pengunjung, taman yang memanjang di antara Jalan Jakarta dan Simpang Ijen (Bakorwil) ini dilengkapi lima selasar (plaza). Dari lima plaza itu, baru tiga saja yang memiliki tempat duduk untuk bersantai. Ketiga plaza itu ada di depan Bakorwil, depan Kampus Wearnes dan depan gerbang kampus Universitas Negeri Malang di Jalan Semarang.

Meski lokasi berada di sela-sela Jalan Jakarta yang terbilang sempit, namun Taman Kunang-kunang juga memiliki tempat parkir yang ada di sisi Jalan Simpang Ijen. Lokasi untuk memarkirkan kendaraan pengunjung ini ditempatkan di samping plaza kedua hingga keempat. Di sekitarnya pun terdapat fasilitas tempat sampah.

Plaza pertama berada di bagian paling ujung Jalan Jakarta dan Jalan Simpang Ijen yang berpotongan langsung dengan Jalan Besar Ijen Boulevard. Lokasi ini dilengkapi 18 lampu tiang yang berbentuk persegi panjang. Bentuknya bisa disebut cukup minimalis namun tak meninggalkan kesan elegannya di mata pengunjung.

Plaza kedua yang terletak di depan Kantor Bakorwil dilengkapi lampu putih dengan tiang berbentuk L terbalik. Ukurannya memang lebih kecil, namun kualitas daya terangnya lumayan bagus. Terlebih, di bawahnya tertata beberapa tempat duduk dengan desain yang cukup unik. Dari plasa kedua ini, pengunjung bisa melewati sebuah jalan setapak di tengah taman untuk menuju plaza lainnya. Jalan setapak ini pun tak luput dari kerlip hiasan lampu-lampu cantik di atasnya.

Plaza ketiga merupakan satu-satunya bagian taman yang memiliki atap, karena ada dua gazebo yang juga dikelilingi lampu berbentuk bulat. Lokasi plaza ini cukup strategis, karena berada di depan kampus Wearnes Education Center dan pertigaan ke arah Jalan Bogor.

Pengunjung bisa merasakan suasana agak berbeda di plaza keempat yang terletak di pintu masuk Kampus UM, Jalan Semarang. Di lokasi ini Anda akan merasakan suasana yang tenang. Kursi permanen dari beton yang berdiri menyatu dengan pepohonan bisa dipakai untuk melepas lelah setelah menyusuri taman plaza demi plaza. Lampu tiang berwarna putih dijamin sanggup membuat pengunjung betah berlama-lama di kursi.

Sementara itu, plaza kelima berada di ujung Jalan Simpang Ijen (perempatan Jalan Surabaya, Jalan Pahlawan TRIP dan Jalan Gede. Lokasi ini berisi 27 unit lampu putih berbentuk bulat. Anda tak hanya bisa bersantai di area ini, tapi juga bisa belajar jenis-jenis pohon dan tanaman lainnya yang namanya sudah dipasang oleh pengelola.

Soal keamanan, pengunjung tak perlu cemas. Pasalnya, pengelola Taman Kunang-kunang sudah menyiagakan beberapa petugas jaga 24 jam. Hal ini digalakkan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, terutama menyangkut keamanan pengunjung dan beberapa unit lampu di lokasi taman ini.

Sejatinya, Taman Kunang-kunang ini merupakan wujud baru taman kota di lokasi yang sama yang sudah mengalami perbaikan dan peningkatan kualitas sesuai dengan program Walikota Malang, H Mochammad Anton. Pembangunan taman ini menghabiskan total biaya kurang lebih dua miliar rupiah. Dana itu berasal dari CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Bentoel Group. Abah Anton pun telah meresmikan taman ini pada 1 April 2015) lalu bertepatan dengan momen 101 Kota Malang.

?>