Januari 15, 2026
?>

Mercon busi dan penampakannya

Bulan Ramadhan sebentar lagi, di bulan puasa tersebut di masa kecil penulis selalu teringat dengan mainan mercon busi.

Mercon busi disebut demikian karena terbuat dari busi kendaraan sepeda motor ataupun mobil. Memang pemerintah melarang segala bentuk mercon karena diklaim membahayakan. Namun, mercon busi ini sama sekali tidak berbahaya sehingga kemungkinan tidak akan dilarang keberadaanya.

Di Malang, permainan ini sangat melegenda dan biasanya dimainkan saat sore menyambut berbuka dan sebelum dan setelah terawih. Meskipun kecil bentuknya, namun dentumannya cukup keras meskipun tentu saja tidak sekeras mercon-mercon buatan pabrik yang dijual di pasaran.

Mainan ini tidak dijual, karena untuk mendapatkannya harus membuatnya sendiri. Caranya pun cukup mudah karena hanya dibutuhkan busi dan baut sebagai bahan utama. Kemudian karet ban dan tali rafia sebagai bahan pelengkapnya. Tak lupa sebungkus korek api untuk bahan peledaknya.

Langkah pertama, busi bekas dicabut dulu elektroda yang ada di ujung busi yang berbentu huruf U dengan sebuah obeng. Cungkil dengan hati-hati karena percikannya bisa terpelanting keras dan terkadang mengenai muka.

mercon busi 1

Langkah kedua, setelah eletroda tercabut kemudian di lubang tersebut kita pasang baut. Paskan ukurannya, jangan terlalu sesak ataupun terlalu longgar. Dari baut itu dikat dengan mengunakan karet yang biasanya terbuat dari ban bekas. Tujuannya adalah saat dilempar tidak sampai terpelanting.

mercon busi 2Langkah ketiga, di bagian belakang dipasang rumbai-rumbai yang terbuat dari tali rafia. Rumbaian ini difungsikan agar busi seimbang ketika turun dan tidak berputar. Di sisi lain, rumbai tersebut juga dijadikan pegangan saat dilempar.

Langkah keempat, korek api yang sudah di beli lepaskan di bagian kepala. Ambil fosfor (belerang) saja dan kemudian tumbuk supaya menjadi bubuk.

mercon busi 3

Langkah terakhir, bubuk tersebut masukkan ke dalam busi dengan menggunakan kertas. Kemudian tutup dengan baut tadi. Pastikan baut jangan sampai lepas. Kemudian lempar ke udara, jika sudah benar pasti akan ada ledokan yang membuat semua orang kaget. Untuk memainkan lagi, tinggal mengisi busi tersebut dan melemparnya lagi.

Dulu, saat obat mercon mudah didapat. Penulis kerap menjadikannya sebagai pengganti bubuk korek karena lebih praktis. Selain itu, penulis juga pernah menggunakan dompis untuk mengisinya. Tetapi, kini obat mercon dan dompis sulit didapatkan dan kalaupun ada itupun harus berurusan dengan pihak kepolisian. Lagian, dentuman dengan korek api juga sama kerasnya.

Seru bukan?

?>