Jika anda melakukan perjalanan melewati Lawang, anda akan melihat sebuah gunung yang berada di sisi jalan. Gunung tersebut bernama Gedung Wedon.
Gunung ini terlihat jelas jika Anda berjalan menuju ke utara dan penampakannya sangat jelas terlihat jika sudah sampai pasar. Kata wedon sendiri dalam bahasa Jawa artinya adalah hantu atau jadi-jadian.
Dilihat dari dekat, gunung tersebut memang asri, agak berbeda dengan gunung lain yang banyak tanaman besar, di sana banyak terdapat tanaman perdu terutama buah juwet, buah kersen, jambu monyet, dan lain sebagainya.
Jalur menuju ke puncak terlihat mudah karena juga berasal dari jalur ladang yang dibuat oleh masyarakat setempat.
Di puncaknya terdapat sebuah penanda yang sayang sekali di sekitarnya terdapat banyak sekali sampah bekas pengunjung sebelumnya.

Banyak misteri yang menyelimuti keberadaan gunung yang sebenarnya layak disebut bukit tersebut. Dari cerita rakyat setempat, entah benar atau tidak Gunung Wedon berasal dari cerita patahan puncak Gunung Arjuno. Ceritanya adalah Gareng yang mengemban amanah dari Semar untuk memindahkan puncak Gunung Arjuno ke seberang Gunung Welirang melakukan kesalahan sehingga sebagian puncaknya jatuh ke Lawang dan menjadi Gunung Wedon hingga saat ini.
Cerita lain yang berkembang adalah gunung tersebut pada zaman dahulu menjadi tempat dikuburkan jenazah mayat dari anggota PKI. Tidak heran jika gunung tersebut berhantu dan cerita hantu dari sana sudah turun temurun.

Namun jika menyimak cerita perjalanan Hayam Wuruk dari kitab Prapanca, maka didapatkan informasi jika Gunung Wedon dulu adalah gerbang dari Kerajaan Singosari dan disana adalah tempat suci yang disebut Wedhwawedan. Pada masa keemasan Majapahit, di daerah sanalah dulu Sri Maharaja Rajasanagara atau Bhattara Hayamwuruk, bermalam dan melaksanakan persembahyangan sebelum mengunjungi tempat-tempat suci lainnya.
Keberagaman cerita ini semakin menarik saat sebuah blog yaitu mbahware menyebut jika Gunung Wedon adalah piramida yang tertimbun. Hipotesisnya adalah banyaknya batu kali yang sebesar meja yang berada di gunung, padahal jarak sungai dengan gunung tersebut sejauh empat kilometer.
Foto Header: ArekLawang
